Wujudkan Harapan Baru dengan Bekerja Bersama #UbahJakarta

Jakarta, Oh Jakarta

Diri ini terkekang oleh mu

Tak berkutik disenjanya malam

Bergerakpun sulit karena dekapan mu

Sampai kapan aku tenggelam

Dalam lamunan malam

Kemacetan, mungkin ini adalah sebuah predikat yang selama ini telah melekat atau bahkan telah menjadi jargon Kota Jakarta yang kurang baik. Setiap harinya mulai dari hari senin sampai hari Jum’at selalu dipenuhi dengan lautan mobil, bus, dan motor. Sekarng hari sabtu dan minggu pun juga sulit diprediksi untuk tidak macet. Jakarta bebas macet hanya ketika liburan lebaran saja dimana orang-orang telah mudik keberbagai daerahnya.

Kalo tidak macet bukan Jakarta namanya, ucapan kebiasaan inilah yang seharusnya kita kubur dalam setiap pembicaraan kita. Jakarta macet mungkin karena beberapa faktor, tidak semua-semua tentang kendaraan, tidak perlu menyalahkan infrastruktur jalan atau bahkan menyalahkan pemerintah.

Kita jug harus menyadari betapa pentingnya peranan kita sebagai pengguna jalan. Kita harus turut andil dalam mencegah kemacetan yang marak terjadi, dengan cara apa?. Dengan cara taat peraturan dan sabar saat menggunakan jalan, tidak melanggar rambu lalu lintas, sabar mengantri atau menunggu kendaraan lain melintas dan pastikan kita dijalur yang benar.

Pemerintah sudah semaksimal mungkin dalam melalukan pembangunan seperti infrastruktur jalan, menyediakan jasa transportasi umum yang mumpuni juga melakukan perubahan peraturan yang ada agar kemacetan dapat teratasi.

Potret Kemacetan Jakarta

Semua tidak akan pernah tercapai tujuannya jika kita tidak turut mendukung pemerintah dengan cara menahan ego kita saat berkendara. Semua itu akan terwujud jika kita sama-sama saling bekerja sama dan gotong royong untuk mewujudkan harapan kita untuk Jakarta yang bebas dari kemacetan.

Jakarta dan Kemacetan

Jakarta memang terkenal dengan pembangunannya yang sangat pesat, saya pun kagum dengan perkembangan infrastruktur yang baru-baru ini telah rampung dibangun semisal trotoar jalan, taman kota dan rumah susun. Namun sangat heran, kemacetan menjadi sebuah permasalahan yang tidak kunjung teratasi mengingat semakin hari semakin membludaknya pengguna jalan.

Selidik punya selidik ternyata kemacetan yang kerap terjadi di Jakarta adalah karena ketiga faktor ini berikut,

1. Faktor Pengguna Jalan

Banyaknya orang yang acuh dengan peraturan, seenaknya sendiri, dan bahkan mengabaikan keselamatan mereka menjadi salah satu faktor kemacetan di Jakarta. Faktor manusia adalah faktor-faktor yang berasal dari manusia selaku pemakai jalan. Perilaku dan sikap yang tidak dibenarkan kerap terjadi disepanjang jalan, hingga perbuatan itu menjadi sebuah kebiasaan yang sulit untuk dihilangkan.

Perilaku lain mungkin timbul semisal menerobos lampu lalulintas sehingga mengakibatkan kecelakan dan terjadilah kemacetan. Hal tersebut tentu merupakan prilaku yang kurang tepat dalam menggunakan jalan raya yang dapat menyebabkan kemacetan lalu lintas dan membahayakan pihak lain.

2. Faktor Jalan Raya

Terjadinya kemacetan tentu tidak terlepas dari faktor jalan raya. Kondisi jalan raya yang buruk tentu akan berpengaruh terhadap arus lalu lintas. Jalanan yang sempit, terbatasnya ruang/lahan jalan juga akan menghambat pergerakan pengguna jalan.

Disisi lain terjadinya kemacetan karena buruknya kondisi jalan raya, yang rusak atau pemanfaatan ruang jalan untuk urusan yang bukan semestinya seperti berjualan atau lahan parkir.

3. Faktor Kendaraan

Kemacetan memang sangat berkaitan erat dengan kendaraan yang melintasi di jalan raya. Berbagai hal yang menyangkut kondisi kendaraan bisa berupa: jenis, ukuran, kuantitas (jumlah) dan kualitas kendaraan yang melintas di jalan raya.

Terlebih lagi kondisi jalan yang selalu dipadati dengan pengguna kendaraan pribadi seperti penggenadara motor dan mobil pribadi yang setiap harinya semakin bertambah jumlahnya.

Dilansir dari data Badan Pusat Statistik pada tahun 2015 pertumbuhan kendaraan meningkat 9,93 persen pertahun. Jika dirinci menurut jenis kendaraanya, sepeda motor mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu 10,54 persen pertahun dibandingkan kendaraan lainnya.

Tentu dengan adanya permasalahan diatas perlu kita sadari bahwa untuk mewujudkan harapan Jakarta bebas macet harus kita dukung melalui berbagai program pemerintah. Program pemerintah yang sedang berlangsung saat ini tentu tidak akan berhasil jika kita tidak menjadi slah satu bagian yang berkecimpung di dalamnya.

Program Atasi Kemacetan

Berbagai upaya mungkin sudah dilakukan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk mengatasi kemacetan dijalan. Upaya ini dilakukan baik kepada kendaraan umum maupun kendaraan pribadi seperti mobil atau sepeda motor.

Harapannya dengan peraturan ataupun pembangunan transportasi yang dilakukan mampu menekan dan meminimalisir kemacetan yang terjadi. Berikut ini beberapa program Pemerintah Daerah DKI Jakarta berdasarkan ketiga faktor yang menyebabkan kemacetan tak kunjung teratasi, diantaranya:

1. Peraturan Pengguna Jalan

Peraturan bagi penguna jalan kerap kali dicanangkan, mulai dari memberlakukan jalur satu arah, memasang berbagai rambu lalulintas dan juga peraturan 3in1 pada jalan-jalan protokol yang memang rawan kemacetan.

Peraturan 3in1 merupakan program pembatasan kapasitas penumpang dalam sebuah kendaraan terutama mobil pribadi. Setiap kendaraan wajib berisi minimal 3 orang untuk dapat melalui jalan pada kawasan ini.

Peraturan ini berlaku dijalan protokol ibukota seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan M.H. Thamrin, dan Jalan Gatot Subroto. Program ini berlaku pada pukul 07.00- 10.00 dan 16.30- 19.00 pada hari Senin hingga Jumat.

2. Pembangunan Infastruktur Jalan

Pembangunan infrastruktur jalan sangat penting dilakukan karena dapat mengurangi kemacetan yang ada. Salah satu program pemerintah yang sudah dilakukan adalah pembangunan Jalan layang non tol dari Casablanca menuju Tanah Abang.

Pengembangan infrastruktur jalan memang harus terus dilakukan guna untuk mempercepat pertumbuhan  transportasi umum. Semakin baik infrastrukturnya akan semakin menyadarkan masyarakat untuk beralih ke transportasi umum.

3. Transportasi umum yang nyaman

Dengan adanya Transjakarta yang beroperasi sejak 15 januari 2004 telah menjadi solusi alternatif bagi penumpang yang ingin merasakan perjalanan yang nyaman. Rute dan halte untuk trasit pun sudah terintegrasi dengan jalur yang ada.

Tidak hanya itu, program pemerintah yang akan dihadirkan untuk mengurangi kemacetan adalah Pembangunan Mass Rapid Transit, transportasi massal berbasis rel yang mampu mengangkut 412 ribu penumpang per hari. Tentu akan sangat membantu untuk aktifitas berpergian kita.

MRT Untuk Jakarta

Mengenal MRT Jakarta

Tentu tidak asing lagi bagi kita mendengar kata MRT Jakarta, transportasi terbaru yang digadang-gadang lebih unggul ini akan segera hadir di Ibukota Jakarta.  Hadirnya MRT atau Mass Rapid Transit yang merupakan salah satu moda transportasi berbasis rel seperti kereta, akan segera mengurangi kemacetan yang sering terjadi di Jakarta.

PT MRT Jakarta sebagai pionir proyek nasional ini memiliki misi menjadi penyedia jasa transportasi publik terdepan yang berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan mobilitas, pengurangan kemacetan, dan pengembangan sistem transit perkotaan. Tentu akan memberikan nuansa baru untuk Jakarta yang lebih nyaman lagi.

MRT Jakarta bukanlah merupakan proyek baru, perencanaanya sudah dirintis sejak tahun 1985, namun karena tidak ada kejelasan untuk mewujudkan proyek ini akhirnya MRT hanyalah sebuah wacana.

Barulah ditahun 2005, proyek MRT ditetapkan sebagai proyek nasional. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai bergerak dan saling berbagi tanggung jawab dalam pencarian dana yang ketika itu disambut langsung oleh Pemerintah Jepang yang bersedia memberikan pinjaman pada tahun 2006.

Perencanaan desain teknis dan pengadaan lahan seketika langsung dibuat JICA dan MRT Jakarta, yang dilakukan pada tahun 2008-2009. Tender konstruksi dan tender peralatan elektrik serta mekanik pada tahun 2009-2010, sementara pekerjaan konstruksi dilakukan mulai Oktober 2013, dan dicanangkan selesai pada tahun 2018.

Kini warga Jakarta tidak akan merasakan kemacetan lagi jika harus melakukan perjalanan berangkat ataupun pulang bekerja dengan menggunakan MRT Jakarta.

Perkembangan Proyek MRT Jakarta

%

Stasiun Layang 64,10%

%

Statiun Bawah Tanah 88,26%

%

Railway, Trackwork, Rolling Stock 38,54%

MRT Jakarta merupakan harapan baru untuk wajah Jakarta yang lebih cerah. Dengan adanya proyek ini, kita berharap agar berbagai permasalahan kemacetan Jakarta akan segera berkurang. Mengubah pola masyarakat untuk lebih memilih menggunakan transportasi umum ketika berpergian.

Saat ini perkembangan proyek MRT Jakarta, tidak terasa telah mencapai progres 76,13 persen pada fase 1, begitu cepatnya perkembangan pembangunan MRT Jakarta. Pada fase 1 pembangunan dilakukan dari Lebak Bulus sampai ke Bundaran HI (Hotel Indonesia). Nantinya fase 1 akan dibangun 13 stasiun, ada 7 stasiun di atas tanah dan 6 stasiun di bawah tanah.

Untuk progres secara detailnya pada pengerjaan fase 1 ini, 76 persen telah rampung.  Sementara 88 persen pengerjaan di bawah tanah, 64 persen yang di leveted (atas tanah). Dan untuk target pengerjaanya di akhir tahun 93 persen progres fisik. Pencapaian terget 93 persen adalah sebelum Asean Games dan kontruksi telah terselesaikan. Kontruksi selesai kereta mulai datang pada Maret tahun depan (2018).

Dua tahun lagi tentu bukan waktu yang lama, sangat singkat. Kita sma-sama berharap agar semua berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan. Berharap semua dapat terwujud agar masyarakat ibukota dapat menikmati transportasi baru dan terhindar dari kemacetan yang semrawut.

Dengan MRT waktu perjalanan dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI dipastikan dapat ditempuh dalam waktu 30 menit, tentunya ini menjadikan penggunaan waktu lebih efisien.

berbagai fasilitas yang disediakan diantaranya seperti fasilitas statiun diberbagai titik strategis, fasilitas kereta yang nyaman dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) terus menunjukkan kemajuan. Serasa tidak sabar untuk menikmatinya. ini akan menjadi pengalaman yang sangat mengagumkan bagi saya ketika saya bisa menaiki MRT Jakarta untuk pertama kalinya.

Dan harapan kita tentu untuk mewujudkan Jakarta Baru akan segera terwujudkan asal kita saling bekerja sama untuk sama-sama mengubah Jakarta menjadi lebih baik lagi.

KESIMPULAN

Dua tahun lagi menjadi waktu yang dinanti-nantikan Warga Jakarta untuk bisa menikmati transportasi terbaru berbasis kereta api yang dikembangkan oleh PT MRT Jakarta. Masyarakat ibukota akan memiliki transportasi yang digadang gadang sebagai transportasi unggulan. Transportasi unggulan itu bernama MRT Jakarta. Dengan MRT waktu perjalan dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI hanya ditempuh dalam waktu 30 menit, ini menjadikan penggunaan waktu lebih efisien.

MRT Jakarta hadir untuk warga Jakarta yang ingin bertransportasi dengan nyaman, aman dan tenang. MRT Jakarta juga turut andil dalam mengatasi kemacetan yang sering terjadi. Dengan adanya MRT Jakarta akan mengajak seluruh warga Jakarta untuk peduli dengan transportasi umum. Saatnya kita beralih menggunakan transportasi umum yang lebih, aman dan nyaman.

Ayo Ubah Jakarta Menjadi Yang Lebih Baik Lagi!

Follow Social Media MRT Jakarta untuk dapatkan informasi selengkapnya terkait perkembangannya

                

Sumber referensi : jakartamrt.co.id

Infographic : Adhi hermawan

Gambar dan Foto : Jakartamrt.co.id

Let's Share to Your Friend !

Pin It on Pinterest