Cinta Rupiah yang Tak Hanya Sebatas Koin dan Kertas

Bang beli bakso bang …

Berapa dek?

Satu porsinya berapa bang ?

Satu porsi Rp. 10.000,- dek

Yaudah beli satu porsi aja bang!

(Pas Bayar) Dikasihlah uang kertas $1 USD

Kembalinya ambil aja bang!

Abang Tukang Baksonya Melongo

eh dek..dek… Gak laku dek uang kayak begini! ….

Sore itu terlintaslah sebuah ide dalam benak saya untuk melakukan eksperimen sosial, ya tentu saja ini menyangkut rupiah kita. Hal ini saya lakukan untuk mengetahui eksistensi dan kepedulian mereka terhadap rupiah, mata uang negara kita. Rendahnya nilai estetika kita terhadap rupa rupiah juga semakin merajalela. Kusam, dekil, lecek, kotor bahkan kumel menjadi kata yang sebenarnya tak pantas untuk selembar kertas yang penuh nilai itu. Tentunya hal ini merupakan bentuk dukungan saya karena telah terinspirasi dari sebuah Gerakan Cinta Rupiah (GCR) yang belakangan ini sedang digencarkan oleh Bank Indonesia  selaku lembaga yang bertugas mengatur keuangan negara dan memelihara kestabilan nilai rupiah.

Percobaan pertama saya lakukan di tempat keramaian ruang terpadu ramah lingkungan. Di hari libur sekolah tentu banyak sekali anak-anak dan remaja bermain bersama keluarga di sana. Saya mulai bereksperiman dengan cara meminjam uang mereka kemudian saya tukar dengan uang yang tidak layak dan mencoba untuk meremas-remas dan membasahinya dengan air. Diantara mereka ada yang hanya diam saja dan ada juga yang mencoba untuk menghalanginya. Ada yang bertanya “maksudnya apa mas?” dan ada juga yang hanya berkomentar bahwa saya tidak waras. Di sisi lain saya kagum juga dengan bapak satu ini yang sedang menemani anaknya bermain. Dikeluarkanlah uang dari dompetnya, rapi dan bersih. Uang lama tapi serasa baru, dan akhirnya saya hanya bertanya “kok uangnya gak lecek pak?” lalu bapak itu menjawab,

“ya namanya juga uang mas harus di rawat!”

Lanjut eksperimen ke dua, yaitu dengan menukarkan $ 1 USD dengan uang Rp. 10.000,-  (Sepuluh Ribu Rupiah). Saya mencoba untuk menawarkan dollar yang bernilai Rp. 13.500,- kepada setiap orang yang saya temui dengan harga hanya Rp. 10.000,- dan “mereka semua menolak uang dollar alias tidak menginginkannya”. Tak lepas dari ke isengan ini tentunya saya juga memberikan penyuluhan terhadap gerakan cinta rupiah dan foto bersama dengan mereka.

Dan eksperimen terakhir, mulailah saya dengan memanggil pedagang bakso keliling yang biasa melintas di depan rumah kami. Setelah memastikan harga semangkuk bakso, saya pun langsung memesan satu porsi. Bapaknya yang sedang meracik bumbu ke dalam mangkuk, saya mulai mengajukan beberapa pertanyaan hingga suasana semakin akrab. Selang beberapa menit saya kembali masuk ke dalam rumah untuk mengambil uang pembayaran. Sengaja saya menggunakan uang dollar yang telah lama menjadi pajangan -hanya sekedar simpanan karena sisa travelling- di dompet saya. Saya kemudian memberikan uangnya,

“Gak laku dek uang kayak begini!

Ini di Indonesia dek bukan di luar negeri, kalo bisa pake rupiah aja lah”

Sedikit senyum dengan wajah polosnya, begitulah tanggapan bapak penjual bakso yang akrab disapa dengan pak’de Banjar. Saya mencoba membujuknya dengan berdalil bahwa dollar lebih tinggi nilainya terhadap rupiah dan menunjukkan tempat yang tidak jauh dari rumah untuk bisa menukarkannya dengan rupiah. Tetapi dengan yakin bapak penjual bakso menolak uang dollar tersebut. Tentu jika dipikir-pikir bapak tersebut akan untung atas harga semangkok bakso yang hanya Rp. 10.000,-. Namun, sekali lagi ini bukan soal untung tetapi lebih kepada harkat dan martabat suatu bangsa dan kecintaan kita terhadap rupiah.

Ini artinya, bahwa ketetapan pemerintah berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang (UU Mata Uang), Rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah NKRI sangat didukung dan dipegang teguh oleh masyarakat Indonesia.

Ketetapan peraturan yang diberlakukan oleh Bank Indonesia tersebut, tentunya memiliki maksud dan tujuan agar penggunaan rupiah dalam setiap transaksi bisa menjadi kunci untuk mendukung tercapainya kestabilan nilai tukar rupiah dan tentunya mata uang Indonesia (IDR) akan lebih diakui oleh berbagai negara di dunia.

Perlu kita ketahui, tindakan yang dilakukan bapak penjual bakso merupakan salah satu bentuk dari Gerakan Cinta Rupiah dan memberikan pelajaran penting bagi kita atas kesetiaannya dan cinta terhadap mata uang Indonesia yaitu rupiah.

Gerakan Cinta Rupiah Bukti Cinta Kita Terhadap Rupiah

Begitu miris memang ketika kita melihat data yang mengindikasikan bahwa Rupiah kian terpuruk. Perlu sama-sama kita ketahui bahwa saat ini rupiah menempati posisi kelima terbawah diantara 10 mata uang terendah terhadap dollar AS (databoxs). Tentu keadaan ini menjadi perhatian penting bagi kita yang selama ini hanya bisa berlomba-lomba untuk mendapatkannya dengan sekuat tenaga dan menghamburkannya begitu saja. Simaklah data berikut ini!

Mata uang Indonesia (IDR) berada pada peringkat kelima terendah, di mana nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika berada di kisaran Rp 13.118,- sedihkan!. Memang kuat ataupun lemahnya suatu mata uang biasanya dipengaruhi oleh berberapa faktor di antaranya, defisit neraca perdagangan, suku bunga rendah dan jumlah utang maupun kondisi ekonomi politik suatu negara. Namun kita tidak hanya berdiam diri melihat rupiah yang semakin terpuruk, kita harus terus menjaga rupiah kita dan mulai mencintai rupiah dengan cara yang sederhana seperti menjaganya dan menggunakannya secara tepat.

Salah satu bukti sederhana untuk mencintai rupiah adalah dengan cara mengenali rupiah kita. Dengan mengenali rupiah tentu kita turut andil dalam mencegah peredaran uang palsu, dimana sangat berdampak luas pada bertumpuknya rupiah yang menyebabkan inflasi dan mengganggu perekonomian negara. Mulailah dengan menerapkan cara 3D yaitu dilihat, diraba dan diterawang untuk memastikan bahwa uang yang berada di tangan kita merupakan uang asli.

Kenali Rupiah Kita

Selain dengan cara 3D (dilihat, diraba dan diterawang) untuk mengenali rupiah tentu kita harus menerapkan cara 3D (didapat, disayang dan disimpan) untuk menjaga rupiah agar tetap dalam kondisi baik. Masih banyak orang yang memperlakukan uang sembarangan. Menyimpannya di saku dengan cara melipat-lipat atau mencoret-coret uang dengan seenaknya. Terlebih lagi kita juga kerap menyusun uang kertas dengan menggunakan stapler sehingga kondisi fisik uang menjadi berlubang. Harus diakui, kita memang kurang menyayangi uang rupiah kita. Padahal, kecerobohan kita itu membuat masa usia pakai uang menjadi lebih singkat.

Hal ini sangat kontras terjadi di kalangan masyarakat kita atas perlakukannya terhadap rupiah dengan mata uang asing, seperti dollar AS, atau mata uang negara lain. Kita selalu mempertahankan dan menjaga dollar AS selalu dalam kondisi baik seakan kita tidak rela jika dollar AS yang kita miliki terlipat atau rusak fisiknya, sedangkan kita sangat acuh terhadap rupiah yang merupakan mata uang asli Indonesia. Inilah perlakuan yang harus kita seimbangkan terhadap rupiah yang kita miliki, tentu kalau bukan kita siapa lagi yang akan merawat rupiah?

Menjadi catatan penting bagi kita bahwa uang yang kondisinya lusuh dan rusak tersebut oleh Bank Indonesia (BI) dimasukkan dalam kategori uang tak layak edar. Dengan kondisi uang tak layak tersebut lantas dimusnahkan dan BI harus menggantinya dengan uang baru. Kebijakan penarikan uang yang tak layak tersebut dan menggantinya dengan uang baru, tentu dilakukan untuk menjaga kualitas uang agar dalam konsisi baik sehingga mudah dikenali ciri-ciri keasliannya. Namun, sadarkah kita bahwa biaya untuk mencetakan uang itu tidaklah sedikit, oleh karena itu kita harus tetap menjaganya dengan terus mengkampanyekan 5J terhadap rupiah kita yaitu jangan diremas, jangan dibasahai, jangan dilipat, jangan dicoret dan jangan distrapler.

Mari Sayangi Hasil
Kerja Keras Kita

Tentunya kita sebagai masyarakat Indonesia tidak ingin kembali merasakan krisis moneter yang dulu pernah terjadi di Indonesia, di mana nilai tukar rupiah merosot dengan cepat dan tajam dari rata-rata Rp 2.450 per dollar AS Juni 1997 menjadi Rp 13.513 akhir Januari 1998 dan kembali mencuat menyentuh titik tertinggi sepanjang sejarah di Rp 16.650 pada Juni 1998.  Hal ini merupakan krisis terburuk dan menyebabkan lumpuhnya kegiatan ekonomi masyarakat karena semakin banyak perusahaan yang tutup dan meningkatnya jumlah pekerja yang menganggur.

Maka dari itu, mari kita dukung Gerakan Cinta Rupiah untuk tetap menjaga dan mencintai rupiah tidak hanya sebatas menjaga uang koin dan uang kertas saja tetapi mempraktekan kecintaan kita dengan selalu menggunakan rupiah dalam kehidupan kita sehari-hari. Seperti halnya diri saya yang memiliki usaha online untuk tetap bertransaksi menggunakan rupiah, menjadi freelancer dan juga blogger untuk membeli produk kebutuhan blogging dengan menggunakan rupiah, main game dan membeli aplikasi menggunakan rupiah, pokoknya mulai merubah kebiasaan membeli keperluan dari menggunakan dollar menjadi rupiah disetiap kesempatan. Memang tidaklah mudah tapi inilah bukti kalau kita cinta dengan rupiah kita. Always Keep and Love Rupiah!

Seorang Blogger, Beli Keperluan Apapun Pakai Rupiah

Sebagai seorang blogger ataupun freelancer, aktifitas apapun yang kita lalukan pastinya tidak terlepas dari internet. Mungkin tanpa internet semua serasa kacau dan tidak pernah terposting tulisan-tulisan saya. Begitu juga dengan segala hal yang berhubungan dengan transaksi di dunia blogging mulai dari membeli template blog, hosting, domain dan segala macam tentang aksesoris blogger, semua harus terhubung dengan internet hingga pembayarannya pun harus menggunakan bank virtual.

Dulu sebelum saya mengenal arti cinta rupiah, segala bentuk transaksi yang menggunakan bank virtual selalu menjadikan dollar sebagai mata uang pembayarannya, maklum saya punya pekerjaan sampingan yang dibayar pakai dollar. Jadi dengan penghasilan yang berupa dollar tentu saya berharap agar bisa lebih mudah dalam membeli produk apapun yang berhubungan dengan mata uang asing. Ternyata saya salah kaprah dalam menyikapi hal ini, perputaran rupiah tentu tidak akan terjadi jika saya hanya mendapatkan dollar dan membelanjakan dollar kembali. Hal ini tentu berdampak pada siklus rupiah yang stagnan dan tidak ada pergerakan.

Mulai saat ini, untuk mendukung gerakan cinta rupiah saya berjanji untuk tidak menggunakan dollar sebagai pembayaran transaksi dalam bentuk online maupun offline kecuali jika memang benar-benar ada faktor lain yang membuat saya harus menggunakan dollar. Jika kalian seorang blogger atau freelacer apapun yang mendapatkan penghasilan berupa dollar, mulailah saatnya untuk transformasikan dollarmu dengan rupiah. Jangan berharap kalian akan untung jika menukarnya ketika rupiah sedang melemah —investasi dollar— sehingga keuntungan akan lebih banyak kalian dapatkan, justru hal ini tidak dibenarkan karena akan membuat rupiah kita tidak akan lebih bernilai.

Gamers Sejati, Dapet Dollar Langsung Transformasi ke Rupiah

Di era generasi millenial sekarang ini, memang semua serba dipermudah, semua gampang didapat termasuk pekerjaan gamer yang sesuai dengan hobi anak zaman now. Game memang sebuah hobi yang tidak terlepas dari dunianya anak muda yang membutuhkan hiburan. Mungkin banyak orang masih beranggapan kalau main games itu cuma buang-buang waktu dan uang. Meski ada benarnya, tapi ungkapan tersebut ternyata tidak selamanya tepat lho! Sekarang sudah banyak games yang tidak cuma seru saja dimainkan tapi juga bisa membuat orang yang memainkannya mendapat penghasilan. Siapa sangka, hanya dengan modal nge-game saja bisa mendapatkan pemasukan alias tambahan uang jajan. Amazingkan!

Banyak dari teman saya yang menjadikan game sebagai pekerjaan sambilan untuk mengeruk dollar disela-sela aktifitas mereka. Mata uang virtual yang mereka dapat saat bermain game ini lah yang nantinya bisa ditukar dengan mata uang asli di dunia nyata. Tentu penukaran mata uang virtual tersebut tidak lepas dari yang namanya bank virtual yang selama ini menggunakan mata uang dollar. Pastinya semakin sering main game, kesempatan untuk mendapatkan dollar pun akan semakin besar. Apalagi kita mendapatkan dollar dengan cara yang asyik dan sesuai dengan hobi kita.

Namun perlu diingat sob! Sebagai gamer sejati yang mendapatkan dollar di setiap kesempatan, tentunya kita harus menghargai rupiah kita. Dengan cara apa kita menghargainya? tentu dengan segera mencairkan dollar hasil nge-game menjadi rupiah. Hal ini dilakukan untuk membantu pergerakan rupiah kita agar semakin menguat dan stabil dengan nilai tukar terhadap dollar. Rugi rasanya jika kita mendapatkan uang dollar kemudian membelanjakan kembali dollar kita tanpa sungkem (dibaca: tanda bakti) terhadap rupiah.

Berbisnis Online, Transaksi Apapun Wajib Pakai Rupiah

Pertumbuhan pasar bebas yang semakin berkembang ternyata mengharuskan saya untuk tetap berinnovasi dan melangkah maju dalam menghadapi roda ekonomi di dalam kehidupan ini. Selain gamers yang dengan mudahnya mendapatkan dollar, tentu ada aktifitas lain yang pastinya tidak jauh dari mata uang dollar, tepat sekali! hal itu adalah berbisnis online.

Sebenarnya belum lama ini saya menggeluti bisnis online yang tentunya bisa menghasilkan dollar sebagai sumber pemasukannya.  Dengan keahlian yang saya miliki dalam hal membuat desain, saya mencoba untuk menjual beberapa karya design yang nantinya akan di aplikasikan ke media cetak yang telah bekerja sama langsung dengan situs online di luar negeri. Beberapa karya design saya yang menjadi minat konsumen tentu akan menghasilkan profit dalam bentuk dollar. Walaupun belum mencapai batas pencairan, namun ini menjadi pengalaman saya dalam mengeruk dollar dari sekedar berbisnis online. Mantap bukan!

Tidak hanya itu, saya juga pernah bekerja sama dengan sahabat saya untuk menjual barang-barang import langsung dari negara yang dikenal sebagai negeri tirai bambu. Proses pemesanan dan pembelian produk yang kami lakukan tentu harus menggunakan mata uang setempat atau pun dollar jika dikehendaki. Barang yang murah, unik, menarik dan belum ada di Indonesia tentu menjadi santapan manis bagi pemburu barang-barang unik –tentunya secara legal– untuk dijual kembali. Dengan bermodalkan Yuan (mata uang china) sudah dipastikan kami mampu membeli barang-barang grosir yang ingin diborong. Hal itu pun akhirnya membuat kami menimbun mata uang China Yuan (CNY) dengan maksud untuk mempermudah proses pembelanjaan produk selanjutnya. Walaupun bisnis ini tidak berjalan lama, setidaknya memberikan pengalaman dalam hal berbisnis online bagi saya

Dari semua cerita bisnis online diatas tentu ada kaitannya dengan mata uang asing, beberapa hal yang menjadi poin penting saya dalam berusaha untuk mencintai rupiah adalah mulailah bertransaksi dengan menggunakan mata uang rupiah dan jangan menimbun mata uang asing atau gunakanlah valas sekedarnya. Dengan hasil yang saya dapatkan melalui berbisnis online dengan menjual karya design tentu dollar yang saya dapatkan tidaklah saya gunakan kembali atas transaksi terhadap dollar akan tetapi lebih baik dirupiahkan. Selanjutnya untuk menimbun valas tentunya bukan pilihan yang tepat bagi pebisnis profesional, cara ini tentu akan mempengaruhi eksistensi dan nilai mata uang Rupiah. Oleh sebab itu kita harus menempatkan diri untuk menggunakan valas jika diperlukan untuk transaksi bisnis online.

Ayo Dukung Gerakan Cinta Rupiah Versi Dirimu!

Itulah beberapa aktifitas yang bisa saya lakukan untuk mendukung gerakan cinta rupiah dan membuktikan bahwa saya lebih cinta rupiah dari pada mata uang asing. Saya akan senantiasa menjaga dan merawat rupiah dalam kehidupan saya sehari-hari, tentunya dengan mengaplikasikan cara 3D Mengenali Rupiah (dilihat, diraba dan diterawang) dan 3D Menghargai Rupiah (didapat, disayang dan disimpan) serta 5J Menjaga Rupiah (jangan diremas, jangan dibasahai, jangan dilipat, jangan dicoret dan jangan distrapler). Beberapa tips lainnya bisa kalian terapkan seperti berikut ini!

Tips Kita Dukung Gerakan Cinta Rupiah!

 

1. Pasang slogan atau flayer GCR di mading sekolah atau di papan pengumuman RT/RW !

Dengan mengkampanyekan Gerakan Cinta Rupiah seperti membuat berbagai poster tentang tips 3D Mengenali Rupiah, 3D Menghargai Rupiah dan 5J Menjaga Rupiah, pastinya teman sekolahmu atau masyarakat disekitarmu akan tergerak hatinya untuk selalu melakukan tips diatas sebagai bukti kecintaanya terhadap rupiah.

2. Buatlah dan bagikan postingan tentang GCR pada media sosial kalian !

Generasi millenial tentu tidak terlepas dari perangkat canggih seperti smartphone, dan dipastikan setiap masing-masing orang memiliki social media. Nah, saatnya ekspresikan kecintaan kita terhadap rupiah dengan menyebarkan setiap tips dan informasi terkait dengan Gerakan Cinta Rupiah di sosial media kalian. Tentu postingan kita akan membawa dampak terhadap kepedulian teman-teman kita untuk selalu menjaga rupiah.

3. Suka belanja online? pastikan selalu untuk menggunakan rupiah  !

Adanya toko online pasti tak ada abis-abisnya mengajak kita untuk selancar berbelanja. Apalagi perkembangan pasar bebas yang semakin terbuka lebar, dimana kita bisa membeli barang yang kita inginkan tidak hanya di dalam negeri. Lantas pembayarannya pun juga harus menggunakan valas. Jadi, mulailah beralih dengan memilih toko online yang menyediakan merchant yang dapat dibayar dengan menggunakan mata uang rupiah.

4. Gunakan Valas seperlunya saat travelling ke luar negeri !

Suka travelling ke luar negeri ? Tentu ini saat yang tepat untuk membuktikan bahwa kalian lebih mencintai rupiah dari pada mata uang asing. Travelling ke luar negeri gak perlu kok nyimpen valas banyak-banyak, toh terkadang kita juga masih sering kok menjumpai transaksi yang bisa dilakukan dengan uang rupiah.  Jadi gak perlu kuatir lagi ya bawa rupiah ke luar negeri, oh iya jangan lupa sisa travelling valasnya ditukarkan lagi ya!.

5. Mencari keuntungan dari lemahnya rupiah, Pikirkan Baik-baik  !

Teringat akan krisis moneter di tahun 98-an. Banyak yang mengalami kebangkrutan pada saat itu, namun ada juga yang berpesta pora. Hal ini karena mereka menyimpan dollar atau investasi di mata uang dollar, sehingga mendapatkan selisih konversi yang sangat tinggi. Akibatnya, banyak yang mencoba mengalihkan investasinya ke dalam dolar AS. Tak heran para penyembah dollar semakin banyak. Sudah saatnya perbaiki niat kita untuk tidak mencari keuntungan dan berbangga atas jatuhnya rupiah yang jelas-jelas mata uang Indonesia, yang selalu menyatukan kita dan menjadi simbol kedaulatan bangsa Indonesia.

Menanamkan kepedulian kita terhadap rupiah akan mampu mendorong kebangkitan mata uang Indonesia agar lebih bernilai di mata dunia. Jika bukan kita siapa lagi? tanpa dukungan masyarakat Indonesia tentu semua ini tidak akan berjalan dengan baik, oleh karena itu kami mengajak kalian semua untuk selalu menjaga dan mencintai rupiah demi terciptanya kestabilan dan eksistensi mata uang rupiah.

Lakukan gerakan cinta rupiah, apapun yang bisa kita lakukan sesuai dengan versi kita masing-masing, sesuai dengan lingkungan, pekerjaan, hobi, travelling atau apapun yang bisa menumbuhkan kecintaan kita terhadap rupiah. Keep Love Always Our Rupiah!

*Artikel ini diikutsertakan dalam Blog Competition Bank Indonesia dan Netmediatama

Sumber Referensi : www.bi.go.id/ | http://cintarupiah.id    Infographic : Adhi Hermawan

Let's Share to Your Friend !